
LUWU TIMUR – Keterbatasan sarana dan kondisi medan tidak menyurutkan semangat personel Satgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo dalam menyelesaikan pembangunan infrastruktur desa. Berbagai cara kreatif dilakukan agar pekerjaan tetap berjalan sesuai target, termasuk memanfaatkan bak mobil pickup sebagai tempat penampungan air untuk campuran semen.
Inovasi tersebut terlihat dalam pengerjaan pengecoran jalan di Rende-Rende, Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Senin (2/11/2026).
Langkah ini dilakukan karena sumber air cukup jauh dari lokasi pekerjaan. Untuk mengatasi kendala tersebut, personel Satgas mengangkut air dari sungai menggunakan ember dan jerigen, kemudian menampungnya di bak mobil pickup yang sebelumnya telah dilapisi terpal.
Bak kendaraan yang biasanya digunakan untuk mengangkut material tersebut kini memiliki fungsi tambahan sebagai penampungan air sementara. Dengan kapasitas yang lebih besar, kebutuhan air untuk proses pengadukan semen dapat dipenuhi tanpa harus berulang kali mengambil air dari sungai.
“Tidak ada alasan untuk kekurangan air dan menghambat pekerjaan. Apa pun yang ada di sekitar kita bisa dimanfaatkan. Mobil pickup ini sangat membantu sebagai bak air berjalan,” ujar salah seorang personel Satgas.
Menurut personel di lapangan, pemanfaatan fasilitas yang tersedia merupakan salah satu cara untuk menyiasati keterbatasan selama pelaksanaan pembangunan. Dengan begitu, pekerjaan pengecoran jalan dapat terus berlangsung dan waktu pengerjaan bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Selain menunjukkan kreativitas, upaya tersebut juga mencerminkan semangat pantang menyerah personel Satgas dalam menjalankan tugas. Mereka dituntut mampu mencari solusi terhadap berbagai kendala yang muncul di lapangan tanpa mengurangi kualitas pekerjaan.
Keterlibatan masyarakat dalam membantu proses pengerjaan turut memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong antara TNI dan warga.
Melalui berbagai upaya tersebut, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bekerja. Semangat, kreativitas, dan kebersamaan menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat.




